Rabu, 11 Februari 2009

ARTI SEBUAH KESEMPURNAAN

Seorang lelaki yg sangat tampan dan sempurna merasabahwa Tuhan pasti menciptakan seorang perempuan yg sangat cantik dan sempurna pula untuk jodohnya.Karena itu ia pergi berkeliling untuk mencari jodohnya.Kemudian, sampailah ia disebuah desa. Ia bertemudengan seorang petani yg memiliki 3 anak perempuan dan semuanya sangat cantik.
Lelaki tsb menemui bapak petani dan mengatakan bahwa iaingin mengawini salah satu anaknya tapi bingung ; mana yang paling sempurna.Sang Petani menganjurkan untuk mengencani merekasatu persatu dan si Lelaki setuju.
Hari pertama ia pergi berduaan dgn anak pertama.ketika pulang,ia berkata kepada bapak Petani," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kueecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."Hari berikutnya ia pergi dgn anak yang kedua danketika pulang dia berkata,"Anak kedua bapak juga punya cacat yangsebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."Akhirnya pergilah ia dengan anak yang ketiga. begitupulang ia dengan gembira mendatangi Petani dan berkata,"inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."Lalu menikahlah si Lelaki dgn anak ketiga Petani tersebut.
Sembilan bulan kemudian si Istri melahirkan. dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Ketika si anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek.Ia menemui bapak Petani dan bertanya " Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?""Petani menjawab,"Ia mempunyai satu cacat kecil yangtidak kelihatan.

Waktu itu Ia sudah hamil duluan.....

"Kadangkala saat kita mencari kesempurnaan, yang kita dapat kemudian kekecewaan.Tetapi kala kita siap dengan kekurangan, maka segalasesuatunya akan terasa istimewa.

"cheers... karena hidup untuk dinikmati... ."

MOM.. IBU.. BUNDA.. UMI.. EMAK..

Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah kita menyakitkan-nya?Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaan-nya?Mencaci maki-nya?Melawan-nya?Memukul-nya?Mengacuhkan-nya?Meninggalkan-nya?Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,Member ika n ASI waktu kita bayi,Mencuci celana kotor kita,Menahan derita,Menggendong kita sendirian.SADARILAH bahwa di Dunia ini ga da 1 orang pun yang mau mati demi IBU, tetapi...Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita…

Kamis, 04 Desember 2008

Kisah Pohon Apel




Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.



Suatu hari ia mendatangi pohon apel.Wajahnya tampak sedih.“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi.” jawab anak lelaki itu.“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.Pohon apel itu kembali sedih. Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.“Ayo bermain-main denganku lagi.” kata pohon apel.“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.“Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.” kata pohon apel.


Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.“Ayo bermain-main lagi denganku.” kata pohon apel.“Aku sedih,” kata anak lelaki itu.“Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.”Jawab anak lelaki itu.“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.” Kata pohon apel.“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.” jawab anak lelaki itu.“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.” Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.” kata anak lelaki.“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.Tak peduli apapun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya padakita.
SELAMAT DATANG DIBLOG KAMI, SELAMAT MEMBACA DAN SEMOGA BERGUNA